Taman Dinding Minimalis

Taman Dinding atau taman vertikal merupakan sebuah alternatif bagi pemilik rumah yang ingin memiliki taman halaman rumah tetapi lahan terbatas. Membuat taman di lahan sempit ini lebih dikenal dengan istilah taman tegak, green wall, taman vertikal atau populer dengan istilah asingnya taman vertikal garden. Taman Dinding tersebut memiliki sebuah konsep taman tegak, dengan kata lain tanaman dipasang atau diletakkan sedemikian rupa menggunakan media tanam pot atau media lain sehingga menempel di dinding.

Taman Dinding yang sengaja kita ciptakan ini dibutuhkan sebagai ruang hijau dalam menciptakan hunian yang menyejukkan mata khususnya hunian yang memiliki tempat terbatas atau bisa saja memiliki tujuan untuk memanfaatkan dinding-dinding kosong. Dengan begitu dinding yang semula kosong dan tak dimanfaatkan bisa kita ciptakan sebagain lahan penghijauan. Selain mempercantik dinding-dinding kosong tentunya kita dapat menikmati suasana sejuk dan hijau setiap hari asalkan kita rajin dan tekun dalam memelihara tanaman tersebut. Contoh perawatan kebun vertikal yang harus kita lakukan secara teratur adalah membersihkan daun-daun kering, memberi pupuk secara berkala, membersihkan sistem pengairannya, cara mengganti tanaman dan sebagainya.

Tanaman yang digunakan pun merupakan tanaman yang mudah ditemui, tanaman yang umum dan mudah dikembangkan sehingga supplai tanaman tidak perlu dikhawatirkan. Biasanya tanaman akan disesuaikan dengan vertical garden yang akan dibuat apakah penempatannya di dalam ruangan atau penempatannya di luar ruangan.

Bagi Anda yang ingin mengetahui informasi lebih detail mengenai taman dinding (biaya pembuatan taman rumah) atau ingin mengaplikasikan taman dinding pada hunian Anda silakan menghubungi kami untuk berkonsultasi.

Taman Vertikal Godongijo

Taman vertikal Godongijo adalah devisi jasa pembuatan taman rumah yang merupakan bagian dari PT. Godong Ijo Asri yang sudah memulai kiprahnya sejak tahun 2008. Divisi jasa vertical garden atau lebih populer dikenal dengan istilah taman dinding rumah ini melengkapi divisi taman vertikal Godongijo atau lansekap Godongijo. Sistem kerja divisi taman untuk halaman sempit Godongijo awalnya akan melakukan survey terlebih dahulu, kemudian penyerahan disain lengkap kepada client, dan memberikan rekomendasi taman sempit dan jenis tanaman untuk taman rumah. Setelah konsumen menyetujui desain dilanjutkan dengan menyerahkan penawaran biaya pembuatan taman rumah, setelah mendaptkan persetujuan dari konsumen maka tim kami pun siap mengeksekusinya.

Sementara untuk media tanam vertical garden termasuk sistem pengairan atau sistem irigasi menggunakan teknologi drip irigasi, aplikasi pemupukan secara otomatis dengan Fertilizer Injector Dosatron yang dilengkapi dengan timer serta solenoid valve biasanya sudah ada dalam kontak kerja. Pengaplikasiannya baik untuk skala rumah tempat tinggal, apartemen, pusat perbelanjaan dan gedung perkantoran, baik untuk taman vertikal indoor maupun outdoor.

Taman di lahan sempit ini adalah model taman dinding minimalis yang mencoba memberikan sebuah solusi cerdas dari sebuah pemikiran kreatif, tidak hanya sekedar taman yang berdiri tegak tetapi memiliki nilai sebagai sebuah hasil karya seni di bidang pertamanan atau lanskap yang menyajikan halaman rumah asri. Pengalaman dalam mendesain, membangun dan mengembangkan taman di lahan terbatas yang merupakan tanaman hias di dinding menjadikan Godongijo bertahan dan semakin maju hingga kini.

Beberapa hal yang mungkin bisa menjadi pertimbangan untuk Anda dalam pembuatan taman rumah adalah:

  • Taman vertikal minimalis ini akan memberikan solusi bagi orang yang ingin memiliki taman tapi terkendala lahan yang terbatas.
  • Dapat dibangun dimana saja, baik indoor maupun outdoor.
  • Mudah pemeliharaannya.
  • Menghasilkan oksigen dan membantu kesegaran udara di sekitarnya.
  • Menambah nilai estetika lingkunga rumah, kantor, mal atau gedung dan bangunan lainnya.

Bagi Anda yang ingin mengetahui informasi lebih detail mengenai taman dinding beserta biaya pembuatan taman rumah atau ingin mengaplikasikan taman dinding pada hunian Anda silakan jangan ragu untuk menghubungi kami untuk berkonsultasi.

Taman Vertikal di Jakarta

Taman vertikal di Jakarta adalah sebuah alternatif baru bagi siapa saja yang ingin memiliki taman di halaman sempit tetapi memiliki kendala soal lahan. Taman untuk lahan sempit dikenal juga dengan beberapa istilah seperti taman vertikal jakarta, kebun vertikal, membuat taman dinding, taman halaman sempit dan masih banyak dikenal dengan istilah yang lainnya. Taman pekarangan sempit adalah konsep taman tegak, yaitu tanaman dan elemen taman lainnya yang diatur sedemikian rupa dalam sebuah bidang tegak atau vertikal.

Ruang hijau atau pembuatan taman kota sangat diperlukan untuk keseimbangan kehidupan manusia khususnya kota-kota besar yang dipenuhi dengan gedung-gedung pencakar langit. Sangat ironis memang di kota-kota besar lahan terbuka hijau makin sempit, perumahan-perumahan atau kompleks perumahan di kota besar juga menyisakan lahan terbuka hijau yang sangat sedikit. Keterbatasan akan lahan inilah yang menjadi sebuah ide supaya dapat digunakan untuk penghijauan, menjadi kendala serius dan harus dicari solusi keterbatasan ruang hijau agar rumah hunian, gedung-gedung bertingkat tetap dapat memiliki taman yang cukup. Ruang hijau tidak hanya dibutuhkan untuk resapan air serta keindahan semata.  Pada dasarnya tanaman juga memiliki fungsi untuk memperbaiki struktur udara di perkotaan serta dapat mengurangi dampak polusi udara dan sebagai sumber oksigen bagi kehidupan manusia.

Salah satu cara membuat taman depan rumah tidak harus konvensional di lahan yang membutuhkan lahan yang luas melainkan vertikal yakni menanam tanaman dalam jumlah yang cukup walaupun ruang yang ada sangat terbatas dengan menerapkan konsep tegak. Melalui teknik membuat taman seperti ini diharapkan ruang tanam atau space yang digunakan bisa jauh lebih besar dibanding dengan taman konvensional, bahkan jumlah tanaman yang dapat ditanam bisa beberapa kali lipat, sehingga dapat menambah ruang hijau secara sangat signifikan.

Tanaman hias di dinding dapat diaplikasikan di berbagai bangunan outdoor maupun indoor, pagar, carport, serta dinding-dinding pembatas lainnya, sehingga terlihat lebih indah dan tidak monoton berupa dinding yang keras, tapi lebih terkesan alami, bahkan dapat menyerupai lukisan yang sangat artistik.

Taman Vertikal di Indonesia

Taman Vertikal di Indonesia adalah taman yang dibangun pada bidang yang berdiri tegak lurus dengan tanah, hal inilah yang membuat taman vertikal sering disebut sebagai model taman dinding.

Kelebihan model taman dinding adalah penggunaan lahan yang jelas jauh lebih sedikit dari taman yang biasa kita temui, yaitu taman yang konvensional dimana seluruh tanaman ditanam ditanah yang horizontal. Selain penggunaan lahan yang sangat sedikit dapat diletakkan atau dibangun dimana saja, baik sebagai taman di luar rumah atau taman di dalam ruangan (indoor dan outdoor).

Tanaman yang digunakan merupakan tanaman yang mudah ditemui, merupakan tanaman yang umum dan mudah dikembangkan sehingga supplai tanaman tidak perlu dikhawatirkan. Tanaman yang dipilih biasanya tanaman yang disesuaikan dengan vertical garden yang akan dibuat apakah penempatannya di dalam ruangan atau penempatannya di luar ruangan.

Pemeliharaan sangat mudah, umumnya dilengkapi dengan sistem pengairan otomatis sehingga penyiraman tanaman dilakukan secara otomatis, selama sumber air untuk pompa tersedia dengan baik. Pemupukan biasanya dilakukan pada saat melakukan penyiraman. Taman vertikal juga menjadi sumber udara bersih untuk lingkungan sekitarnya dengan memberikan supplai oksigen yang dihasilkan dari daun-daun dari tanaman yang ditanam di vertical garden tersebut.

Taman dinding akan mengubah lingkungan sekitarnya, bila diletakkan di dalam ruangan, akan memberikan nilai tambah pada ruangan tersebut, serta menambah nilai estetika lingkungan sekitarnya. Desain yang menarik sangat penting sebagai nilai tambah bagi vertical garden tersebut, dengan desain yang unik tentunya akan sangat memanjakan setiap orang yang melihatnya, sehingga taman vertikal atau taman tegak tersebut benar-benar menjadi sesuatu yang membanggakan bagi pemiliknya, sehingga dapat disimpulkan bahwa taman vertikal:

  1. Solusi bagi orang yang ingin memiliki taman tapi terkendala lahan yang terbatas.
  2. Dapat dibangun dimana saja, baik indoor maupun outdoor.
  3. Mudah pemeliharaannya.
  4. Menghasilkan oksigen dan membantu kesegaran udara di sekitarnya.
  5. Menambah nilai estetika lingkunga rumah, kantor, mal atau gedung dan bangunan lainnya.

Dengan banyaknya keuntungan yang diperoleh serta kemudahan dalam perawatan dan banyaknya nilai tambah yang diberikan sudah selayaknya vertical garden dijadikan suatu kebutuhan sebagai bagian dari rumah, kantor, gedung, mall atau lingkungan sekitar kita

Merawat Vertical Garden

Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa tips jitu dalam merawat vertical garden agar tanaman selalu tampak cantik dan indah. Perawatan atau maintenace pada taman vertikal diperlukan agar taman vertikal terlihat terawat, rapi dan tidak semrawut. Berikut ini tipsnya:

  1. Penyiraman atau Pengairan

Hal yang utama dalam merawat vertical garden adalah memperhatikan penyiraman atau pengariran pada bidang vertical garden.

Ada 2 macam sistem pengairan pada vertical garden: Pertama, jika vertical garden Anda menggunakan sistem penyiraman otomatis berarti Anda harus mengecek tiap bidang vertical garden. Apakah penyiramannya sudah merata? Jika ada sebagian tanaman yang tidak terkena air, maka tanaman akan cepat layu dan mengering.

Kedua, sistem penyirman manual (buka tutup kran), jika Anda menggunakan sistem ini maka ketika Anda membuka kran untuk melakukan penyiraman pada bidang vertical garden, Anda harus betul-betul memperhatikan apakah bidang dan tanamannya sudah benar-benar basah. Jika bidang dan tanaman belum basah, biarkan kran terbuka sampai bidang dan tanaman vertical garden Anda benar-benar basah.

  1.  Pemupukan

Taman vertikal juga memerlukan pupuk untuk memberikan nutrisi kepada tanaman sehingga dapat tumbuh dengan sehat dan subur. Namun hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan penanaman kita harus memilih media tanam yang akan digunakan agar kelangsungan hidup tanaman bisa tumbuh dengan baik. Jika kita telah memilih media tanam yang cocok bagi tanaman tentunya kita akan mendapatkan hasil yang maksimal. Setelah itu lakukanlah pemupukan tanaman secara berkala agar tanaman selalu tercukupi kebutuhan nutrisinya.

2.  Membersihkan Daun

Pembersihan atau pembuangan daun-daun yang mengering adalah satu cara yang bisa dilakukan untuk menjaga agar tanaman tampil cantik dan menawan sekaligus membantu kesuburan tanaman. Lakukanlah pembersihan daun-daun yang kering setiap 2 minggu sekali.

3.  Pemangkasan

Dari ketiga tips di atas, tips berikut ini yakni pemangkasan juga diperlukan bagi batang tanaman dan daun yang telah tua. Pemangkasan juga dilakukan bagi batang yang pertumbuhannya tidak beraturan yang hanya akan merusak pemandangan. Aturlah sedemikian rupa agar tanaman selalu tampil prima dan memikat.

Demikianlah tips merawat vertical garden semoga bermanfaat.

Memilih Media Tanam Vertical Garden

Memilih Media Tanam Vertical Garden sangat penting bagi pertumbuhan tanaman. Hal yang sama juga diperlukan dalam merawat vertical garden yang kita miliki agar tanaman tumbuh dengan baik. Memilih Media Tanam Vertical Garden ini berpengaruh pada kandungan hara, air, dan udara yang dibutuhkan. Tiap media tanam memiliki kapasitas hara, air, dan udara yang berbeda. Dengan demikian perhatikan cara penting yang praktis memilih media tanam di bawah ini:

  1. Kenali jenis dan sifat. Banyak jenis media tanam yang tersedia dan dapat dibeli. Tiap jenis memiliki bentuk, ukuran dan sifat yang berlainan. Media serpihan seperti humus bambu mampu menyimpan air lebih lama dan dalam jumlah banyak. Sebaliknya, media tanam berbentuk silindris dan bulat seperti akar pakis dan coco fiber bersifat mudah melepas air. Sedangkan media tanam berbentuk bulat diantaranya adalah pasir malang dan tanah. Selain jenis ukuran butiran juga menentukan kemampuan benda tersebut menyimpan air. Semakin kecil diameternya, semakin banyak menyimpan air.
  2. Sesuaikan dengan jenis tanaman. Tiap jenis tanaman butuh jenis media tanam berlainan. Tanaman kering seperti Kaktus, Adenium, Euphorbia, dan Pachipodium sebaiknya ditanam menggunakan media tanam yang bersifat porus dan mudah membuang air dan partikelnya kecil. Sedangkan tanaman yang membutuhkan air banyak, tanamlah dengan media tanam yang banyak menampung air, contoh tanaman yang butuh banyak air Aglaonema, Philodendron dan Anthurium.
  3. Perhatikan kondisi lingkungan. Media tanamnya sesuai, perhatikan pula keadaan lingkungan. Bila cuaca di sekitar berhawa panas dan kering, disarankan memilih jenis media tanam yang memiliki kemampuan menyimpan air yang kuat. Sebaliknya, bila kondisi cuaca tempat tinggal sering berkabut dan lembap, disarankan agar memilih media tanam yang porus. Media tanam seperti ini mudah mengalirkan air. Sehingga membuat sistem perakaran tidak terlalu lembap dan menjadi busuk.
  4. Indoor dan outdoor. Tanaman yang ditaruh di luar ruangan butuh pasokan air lebih banyak dari pada tanaman yang ditaruh di dalam ruangan. Sedangkan untuk di luar ruangan tiupan angin dan intensitas matahari di luar ruangan membuat laju penguapan lebih cepat.
  5. Jenis pot. Pot berbahan plastik memiliki pori-pori lebih sedikit dibandingkan dengan pot gerabah. Sehingga pot plastik mampu menahan kelembapan media tanam lebih baik dibandingkan dengan pot gerabah. Kekurangan pot plastik adalah aerasi di dalam pot butuk dibandingkan aerasi dalam pot gerabah. Bila memilih pot plastik, disarankan agar media tanam yang digunakan adalah jenis yang mudah mengalirkan air dan porus. Sementara media tanam untuk pot gerabah dipilih yang memiliki kemampuan menyimpan air dalam waktu lama.
  6. Usia pakai. Media tanam yang memiliki tekstur lunak dan mengandung hara biasanya lebih mudah melapuk dan terurai. Sedangkan yang bertekstur keras biasanya awet. Contoh media tanam berusia pendek adalah humus bambu, humus kaliandra dan coco peat. Sedangkan media tanam berusia panjang diantaranya akar pakis dan sekam padi.

Solusi Keterbatasan Ruang Hijau

Solusi keterbatasan ruang hijau menjadikan pemilik rumah merasa kesulitan untuk menciptakan hunian yang tetap hijau dan asri. Di era yang serba digital dewasa ini, kita dituntut memiliki kreativitas tinggi dan inovasi untuk bisa menciptakan segala sesuatu yang bisa memiliki manfaat untuk masyarakat banyak. Dengan hadirnya taman vertikal atau biasa disebut taman tegak bisa menjadi alternatif atau menjadi solusi keterbatasan ruang hijau yang ada agar tetap membuat rumah hijau dan asri.

Ada 2 kategori pembuatan taman rumah yang bisa di aplikasikan di tempat yang terbatas dan mungkin tak terpakai. Kategori pertama dikenal dengan istilah living wall atau taman dinding. Sistem pengaplikasian taman vertikal garden adalah dengan memasang media tanam pada dinding sehingga bisa ditanami dengan tanaman hias. Media taman ditempelkan pada dinding vertikal menggunakan rangka baja ringan atau sejenisnya yang susun sedemikian rupa menjadi sebuah panel tanaman.Kemudian dari pada itu living wall yang merupakan panel tanaman juga membutuhkan sistem irigasi dan pemupukan layaknya taman biasa, bisa otomatis atau manual. Keuntungan menggunakan living wall ini adalah Anda bisa menanam berbagai macam jenis tanaman.

Kategori yang kedua adalah taman vertikal green facades. Sistem pengaplikasian green facades pada dasarnya adalah tanaman rambat yang dirambatkan pada dinding, sehingga tidak membutuhkan lagi media tanam sepeti living wall.